PELATIHAN MALARIA, ORANGTUA DATANG, WABAH DIARE DAN PULANG KE JAKARTA.
December 21st, 2006 by krisnadongSenin, 18 September 2006
Sholat subuh kali ini berjama’ah walaupun hanya bertiga (dengan Pak Amin dan Sahrun) kemudian pagi-pagi diantar Ophan, perawat ke pelabuhan Wallo untuk naik speed Primadona menuju Ternate untuk mengikuti pelatihan malaria yang diadakan Dinas Kesehatan Propinsi Maluku Utara. Seperti biasa saya senang duduk di atap speed karena tidak pusing plus bias menikmati pemandangan yang indah…subhanallah. Namun setengah perjalanan karena hujan terpaksa saya masuk ke dalam. Sesampai di Ternate, kegiatan yang saya lakukan adalah ngenet, belanja obat dan beli buku di pameran buku Gramedia.
Selasa,19 September 2006
Alhamdulillah, pagi-pagi datang Doddy, Abah, Kang Juri dan dokter-dokter akhwat sehingga kita bisa carter angkot ke Dinas Kesehatan Propinsi. Pelatihan malaria pertama kali dimulai dengan sambutan, pretest dan pengarahan. Alhamdulillah dapat kenalan dokter-dokter baru yang bertugas di Propinsi Maluku Utara. Dokter Rizal dari Puskesmas Kalumpang, dr.Iqbal dari Puskesmas Payahe, dr. Heri dari Puskesmas Sahu dan dr.Ode dari Puskesmas Ibu.
Kamis, 21 September 2006
Pelatihan malaria kembali tetapi saya cabut setelah sholat Zuhur karena mau ke bandara jemput Mama Bapak. Hati ini gelisah bercampur senang dengan kedatangan orangtua. Gelisah karena takut ada apa-apa selama perjalanan orangtua ke Maluku Utara dengan naik pesawat. Senang karena bertemu dengan orangtua setelah 5 bulan tidak bertemu. Alhamdulillah…ternyata pelatihan malaria setelah sholat Zuhur tidak jadi karena mati lampu jadi hanya diskusi saja dan materi power point dilanjutkan besok Jum’at. Alhamdulillah Mama Bapak sampai dengan selamat di Ternate, kemudian saya carter mobil menuju ke hotel Surya Pagi. Dan alhamdulilah buka puasa ditraktir Mama Bapak bareng 5 teman ( Doddy, Abah, Hario, Iwan dan Kang Juri) makan nasi tongseng, gulai dan sate. Kemudian ngobrol di lobi hotel dan pulang ke mess dengan berjalan kaki.
Jum’at, 22 September 2006
Pelatihan malaria terakhir namun saya tidak dapat menemani kedua orangtua untuk keliling kota Ternate. Alhamdulillah Iwan yang memang sudah lama tinggal di Ternate menawarkan diri untuk menjadi guide…makasih Wan. Malam, makan bareng Bapak Mama dan teman-teman di Hotel Surya Pagi…wah benar-benar berkesan karena tempat yang bagus dan makanan yang enak (nasi, cap cay, cumi goring tepung, ayam panggang dan ikan). Kali ini saya patungan dengan Mama Bapak…terimakasih Mama Bapak.
Sabtu, 23 September 2006
Pagi-pagi jam 05.30 naik taksi ditemani Abah, Iwan dan Hario untuk jemput orangtua di hotel kemudian dilanjutkan menuju ke pelabuhan Bastiong untuk menaiki speed ke Makian tapi ternyata 2 speed sudah berangkat duluan terpaksa kita menaiki kapal motor kayu…ombaknya euy..dan banyak yang mabuk laut. Untung kedua orangtua sudah minum obat antimo dan alhamdulillah selamat. Sesampai di Makian, mama bapak istirahat dan saya kerja di Puskesmas. Siang, saya bersama Ophan cabut kuku jari tangan Bapak yang telah menghitam akibat terjepit pintu mobil 2 minggu yang lalu. Malam, tarawih pertama kali bareng Mama Bapak di masjid Rabutdaio – Makian. Senang sekali bias tarawih bareng kedua orang yang sangat sayangi.
Ahad, 24 September 2006
Alhamdulilah, sahur pertama bareng Mama Bapak dengan rendang buatan Mama. Jam 08.00 pagi naik speed Puskesmas ke Pawate, pantai air tawar, bareng pemuda Rabutdaio alhasil Mama Bapak bernyanyi bersama-sama dengan pemuda Rabutdaio malah Mama Bapak sempat berdansa di pantai. Namun hanya sampai siang karena Bapak mendadak sakit diare jadi kita pulang. Sore, silaturahmi ke Bapak Sulaeman dan Ibu Jannah yang selama ini dianggap sebagai orangtua di Makian (disini disebut Mamak Bapak piara) kemudian ke Ibu Jannah (bidan) di desa seberang. Waktu pulang, tidak ada ojeg karena mungkin pada bersiap-siap untuk berbuka puasa alhasil Mama Bapak dan saya pulang berjalan kaki kira-kira 1 km. Jadi pada saat azan maghrib, kita masih berjalan ke rumah dinas. Mama Bapak maafin Krisna yah.
Senin, 25 September 2006
Pagi-pagi, Mama Bapak dan saya diantar motor Puskesmas menuju ke pelabuhan Wallo untuk menaiki speed ke Ternate. Sampai di Ternate langsung ke mess dengan carter angkot kemudian jalan-jalan ke Gamalama. Sore, Pak Hamdjah, Hajirin dan Nining datang ke mess untuk bertemu dengan kedua orangtua. Sementara itu saya dan Abah ke Swering untuk beli makanan buka puasa nasi dan ayam goreng. Malam, bareng Hario bantu bawa barang-barang dokter akhwat ke kapal di Bastiong.
Selasa, 26 September 2006
Jam 05.00 pagi naik taksi Bela ke bandara St. Babullah untuk mengantar kedua orangtua untuk pulang ke Jakarta. Hati ini terasa sedih sehingga tak terasa air mata menetes saat pesawat boarding. Terima kasih Mama Bapak mau menemani Krisna tarawih, sahur, puasa dan buka puasa pertama di Pulau Makian. Dan maafkan Krisna yah Mama Bapak atas pelayanan yang Krisna berikan di Ternate dan Makian tidak memuaskan Mama Bapak tapi semoga Mama Bapak berkesan dengan kedatangan kesini. Siang, ke Dinkes Propinsi ketemu Bu Aty untuk mengurus PTT di Dinkes Propinsi dengan membawa berkas-berkas dilanjutkan ke kantor pos untuk ngenet dan beli buku di took Basmalah. Alhamdulillah, Mama Bapak telah kembali ke Jakarta dengan selamat.
Rabu, 27 September 2006
Pagi-pagi naik ojeg ke Bastiong dan naik speed ke Makian. Alhamdulillah sampai dengan selamat dan Udi, perawat yang menemani Krisna di rumah dinas juga sudah balik. Kita langsung kerja di Puskesmas hingga siang. Sore, ada panggilan ke desa Suma, naik katinting bareng Julman pemuda desa Suma. Alhamdulillah laut teduh sehingga tidak berbasah-basah ria. Ada pasien sesak nafas suspek PPOK dan 3 orang positif malaria falciparum yang sebelumnya bekerja di pertambangan di Dumdum, Halmahera Utara. Pulang, naik katinting sampai desa Sangapati dan berbuka puasa di masjid. Alhamdulillah di desa Sangapati, ketemu teman lama Uchi pemuda Sangapati waktu di perkemahan Pramuka dan diajak berbuka puasa di rumahnya.
Kamis, 28 September 2006
Innalillahi wa ilaihi roji’un, ada wabah diare menyerang 30 bayi/balita di desa Suma dan telah merenggut nyawa 2 orang balita. Alhamdulillah Khamsun dan Udi yang pergi kesana telah bertindak cepat melakukan pengobatan.
Jum’at, 29 September 2006
Hari ini Pak Mato, Kasubdin Pelayanan Kesehatan di Dinkes Kabupaten Halsel datang untuk melihat-lihat Puskesmas, cek SSB yang selama ini belum berfungsi dan obat-obatan. Sehabis sholat Jum’at, naik speed Puskesmas bareng Pak Mato, Icha, Khamsun, Udi, Tahmid, Amir, Siti dan Vivi ke desa Suma untuk melakukan pengobatan samnpai jam 17.00 kemudian balik ke desa Rabutdaio. Ya Allah, berikanlah kesembuhan dan kesehatan untuk pasien-pasien di Pulau Makian khususnya di desa Suma. Malam, ada panggilan kembali ke desa Matantengin dan Sangapati.
Sabtu, 30 September 2006
Shaum Ramadhan ke-7 Kerja di Puskesmas dan alhamdulillah pasien 20 orang. Malam, sehabis maghrib naik speed Puskesmas bareng Icha, Khamsun, Udi, Erik, Sarjo dan Muhajir ke desa Suma untuk melakukan penyuluhan mengenai diare sehabis sholat tarawih dan witir. He..he baru pertama kali ngasih ceramah tarawih nih. Sesudahnya, saya dan Sarjo diantar ke desa Sangapati untuk melakukan pengobatan untuk pasien di desa Sangapati dan berjalan kaki sampai ke desa Dalam untuk melihat acara adat. Acara adat disini yaitu perkelahian antar desa yang melibatkan anak-anak kecil, remaja, sampai bapak-bapak namun uniknya sesudah perkelahian tidak ada dendam. Malah kabarnya tahun kemarin ada yang meninggal dunia namun disini Polisi tidak bisa terlibat karena ini memang acara adat yang sudah turun temurun selama bertahun-tahun.
Senin, 2 Oktober 2006
Kerja kembali di Puskesmas dan alhamdulillah pasien 14 orang. Ada panggilan pasien dari desa Sebelei naik katinting bareng Udi. Subhanallah..ombaknya lumayan dashyat alhasil kita basah kuyup sesampai di desa Sebelei.
Selasa, 3 Oktober 2006
Jam 04.00 pagi. Subhanallah…bagus sekali Gendang Sahurnya pakai mesin, speaker, gitar seperti konser. Saya suka sekali lagu ‘Bangun Sahur’.
Jum’at, 6 Oktober 2006
Jam 08.00 ada panggilan pasien dari desa Suma ada balita diare. Bareng Khamsun naik katinting besar dan alhamdulillah pasien diare tinggal 2 orang dan tanpa dehidrasi…Ya Allah, semuanya hamba pasrahkan kepada’Mu’. Kemudian ke desa Ploily, untuk memeriksa ibu hamil 8 bulan baru balik ke desa Rabutdaio.
Ahad, 8 Oktober 2006
Hari ini full panggilan mulai dari desa Gitang, Rabutdaio hingga malam ke desa Sangapati ada pasien yang kesakitan tidak bisa buang air kecil jadi kita balik ke Puskesmas kembali untuk ambil kateter. Sempat minyak motor Puskesmas habis, ban bocor alhasil saya dan Udi berjalan kaki ke desa Sangapati (kira-kira 5 km) dan alhamdulillah sampai disana sebelum kita pasang kateter, pasien sudah bisa buang air kecil. Alhamdulillah kita juga dipinjamkan motor untuk kembali ke desa Rabutdaio.
Rabu, 11 Oktober 2006
Sehabis sholat Subuh tidur di masjid, alhamdulillah dibangunkan Dullah dan Khamsun jadi tidak ketinggalan naik speed ke Ternate untuk mengikuti acara ulangtahun Propinsi Maluku Utara ke-7 besok hari.
Kamis, 12 Oktober 2006
Hari ini ulangtahun Propinsi Maluku Utara ke-7 Rencananya mau serahterima secara simbolis dengan Gubernur Maluku Utara namun jadinya dr.Dwi dari Puskesmas Galala Sofifi…alhamdulillah karena Krisna tidak ada jas. Setelah itu ke RRI buat radiogram untuk pemberitahuan operasi katarak gratis di RSUD Labuha. Malam, ke pelabuhan Bastiong naik ojeg dan disempatkan sholat Tarawih baru naik kapal Margareth 2 ke Babang.
Jum’at, 13 Oktober 2006
Alhamdulillah sampai di Babang dengan selamat dan menumpang tinggal di rumah dinas dr.Juri. Kemudian pergi ke Dinkes Kab. Halsel untuk ambil gaji bulan September dan ke kantor Pemda untuk ambil gaji Khamsun dan Udi. Siang, sehabis sholat Jum’at bareng Dody, Iwan, dr.Juri dan dr.Surahmat ke Pemda mengurus proposal khitanan massal. Malam, sholat tarawih disamping Bupati Ustadz Muhammad Kasuba kemudian i’tikaf di masjid Al Khairat. Malam Ramadhan ke-21
Sabtu, 14 Oktober 2006
Pagi-pagi jam 07.30 naik speed Pemda ke Makian bareng Bupati untuk membuka acara Pasar Murah di desa Mateketen dan desa Wallo lalu ke desa Suma untuk melihat keadaan paska KLB (Kejadian Luar Biasa) diare. Siang, jam 15.00 datang tim P2M dari Dinkes Halsel untuk melakukan investigasi bersama-sama di desa Suma. Malam ke desa Ploily untuk melakukan pengobatan karena di desa ini ditemukan 10 bayi./balita menderita diare hingga kita bermalam di desa Suma.
Rabu, 18 Oktober 2006
Jam 11.00 ke desa Gurua karena ada 4 pasien diare dari Gurua ke Puskesmas takutnya ada wabah diare. Alhamdulillah ternyata tidak. Ya Allah..hamba memohon semoga Engkau berikan kemudahan dalam mengurus wabah diare.
Jum’at, 20 Oktober 2006
Shaum Ramadhan ke-27 Jam 03.00 pagi Gendang Sahur tapi kali ini gendang sahur sampai pagi di rumah dinas saja karena pemuda-pemuda Rabutdaio sudah tahu kalau hari ini dokternya akan pulang ke Jakarta makanya mereka ingin memberikan yang terbaik. Pagi-pagi sekali jam 06.00 pada saat sedang mandi dipanggil kalau speed Primadona sudah menunggu alhasil terburu-buru sehingga ketinggalan HP dan oleh-oleh dari penduduk Makian sebanyak 1 kardus besar yang isinya kenari seberat 10 kilogram. Namun alhamdulillah dibawakan oleh Udi, Cilu, Erik dan Sarjo naik speed setelahnya yaitu speed Pulau Kenari. Di Ternate sudah menunggu Pak Hamdjah dengan mobil ambulance baru pemberian dari Propinsi Maluku Utara kemudian ke rumah Pak Hamdjah untuk ambil THR dan ke Pasar Tradisional untuk beli oleh-oleh titipan Mama yaitu terasi Sorong, pala, merica dan bagea kenari. Sehabis sholat Jum’at, naik mobil ambulance keliling Ternate bareng Khamsun, Hajirin, Cilu, Erik dan Sarjo ke Pantai Sulamadaha dan Danau Tolire.
Sabtu, 21 Oktober 2006
Hari ini bareng Erik naik ambulance antar Aso dan Sarjo ke bandara. Sepulangnya bareng Erik,Cilu dan Udi ke Sweering beli kue dan minuman batal (buka puasa…red) dan makanan buka di warung tongseng.
Ahad, 22 Oktober 2006
Hari ini bareng Udi antar Cilu dan Erik ke pelabuhan Bastiong. Terimakasih adik-adikku mau mengantar dokternya ke Bandara namun jadinya saya yang mengantar mereka. Saya ke Bandara diantar dr.Arif,SpPD dan Udi naik ambulance. Naik pesawat Express Air. Selamat tinggal Ternate…selamat tinggal Makian. Insya Allah sehabis Lebaran saya akan kembali lagi untuk menjalankan tugas kembali.